Pengertian dan Sejarah Search Engine Optimization (SEO)

Saya mulai browsing melalui raksasa search engine Google untuk mencari sumber terpercaya. Karena istilah tersebut berasal dari bahasa inggris, saya mengetikan kata kunci “Search Engine Optimization History”, dan kemudian muncullah berbagai halaman website yang menyediakan informasi tersebut. Saya memilih informasi mengenai pengertian dan sejarah SEO dari Wikipedia bahasa inggris sebagai pilihan pertama. Karena menurut saya, penjelasan yang berhubungan dengan pengertian atau sejarah, esiklopedia online inilah jagonya. Saya memilih sumber dalam versi Bahasa Inggris karena lebih lengkap bahasannya. Untuk itu, dengan susah payah saya mencoba untuk memahaminya melalui google translate.

Di sini kita akan mempelajari SEO yang dimulai dari hal berikut :

Pengertian SEO (Search Engine Optimization)

Kegiatan belajar, dimulai! Inilah pengertian SEO berdasarkan penjelasan di wikipedia,

Search engine optimization (SEO) is the process of affecting the visibility of a website or a web page in a search engine’s “natural” or un-paid (“organic”) search results. In general, the earlier (or higher ranked on the search results page), and more frequently a site appears in the search results list, the more visitors it will receive from the search engine’s users. SEO may target different kinds of search, including image search, local search, video search, academic search, news search and industry-specific vertical search engines. 

Kalau di indonesiakan kurang lebih begini:

Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah proses mempengaruhi visibilitas website atau halaman web pada hasil pencarian mesin pencari secara natural atau organik (unpaid). secara umum, lebih tinggi peringkat pada hasil pencarian, maka semakin banyak peluang mendatangkan pengunjung yang datang untuk mencari informasi melalui mesin pencari. SEO juga dapat menargetkan berbagai jenis pencarian; gambar, video, berita, peta, dan lain-lain.

Kita simak juga pengertian SEO/Search engine Optimization dari elearners di bawah ini.

Getting your web pages listed for free on search engines like Google, Yahoo, MSN, Ask Jeeves. This does not include paid listings.

Jadi pemahaman awal saya yaitu, bahwa SEO adalah sebuah proses. Proses apa? yaitu serangkaian proses dalam upaya untuk mempengaruhi otoritas mesin pencari agar memprioritaskan websitenya atau halaman websitenya dalam hasil pencarian secara natural, bukan berbayar (un-paid). Tentunya bukan sekedar terindex, tetapi optimasi tersebut diusahakan hingga berhasil menempatkan posisi website atau halaman di ranking pertama. Proses itu sendiri bertujuan menciptakan peluang lebih besar terhadap website atau halaman web untuk dikunjungi orang yang menggunakan search engine dalam mencari informasi tertentu. Agar pembelajaran SEO ini lebih lengkap, mari kita lihat penjelasan singkat mengenai “What is SEO/Search engine Optimization” dari SearchEngineLand.com sebagai salah satu resource dalam bidang SEO yang terpercaya.

Dari video tersebut saya belajar bahwa tidak sembarang website atau blog yang bisa menempati halaman pertama berdasarkan kata kunci tertentu. Mesin pencari sendiri memiliki sistem penilaian tertentu yang akan menentukan website mana atau halaman web mana yang layak berada di halaman satu. Oleh karena itu, SEO selalu bersandar pada cara kerja mesin pencari. Bagaimana mereka memposisikan website tertentu untuk kata kunci tertentu di halaman pertama. Ini juga merupakan point penting yang menunjukkan dalam cara belajar SEO saya. Beranjak dari hal itu, secara teknis SEO merupakan upaya optimasi halaman website agar relevan dengan algoritma search engine. Optimasi tersebut dilakuan pada website atau halaman website itu sendiri yang akrab disebut Onpage yang meliputi optimasi konten, html, dan lain-lain. Selain itu, optimasi dari luar juga tidak bisa dilepaskan dari aktifitas SEO, yaitu off page, sebagai upaya mengoptimasi website atau halaman atau kontent tertentu dari luar website tersebut.. Dan itu tentunya bukan pekerjaan yang mudah, karena algoritma mesin pencari tidak bisa dipetakan secara pasti, selain itu mesin pencari terus berupaya untuk menyempurnakan algoritmanya untuk menampilkan halaman website yang paling layak berada di halaman pertama untuk kata kunci tertentu. Hm, ini cukup menantang proses belajar SEO saya… ;)

Sejarah atau Asal Mula SEO

Menurut paparan di wikipedia, upaya optimasi website untuk mempengaruhi visibilitasnya di halaman search engine sudah dilakukan oleh webmaster dan penyedia kontent sekitar pertengahan tahun 1990 an. Namun saat itu, masih terbatas pada pengiriman alamat URL ke berbagai search engine. Hal ini dimaksudkan agar mesin pencari segera mengirimkan robot mereka yang bernama “Spider” untuk meng-crawl halaman tersebut sehingga halaman website mereka akan mudah ditemukan dan di index. Spider akan mendownload halaman yang mereka temukan ke dalam server mereka kemudian robot keduanya “indexer” akan mengextrak berbagai informasi termasuk kontent yang berisi kata-kata dan link didalamnya. Setelah itu, mereka akan menjadwalkan kunjungan berikutnya untuk melakukan kerja yang sama.

Banyak diantara webmaster yang kemudian mulai menyadari keunggulan yang didapat ketika berkesempatan berada di posisi atas halaman search engine. Belajar dari hal itu, studi berkelanjutan tentang cara optimasi (saat itu belum ada istilah Search Engine Optimization) mulai berkembang.

Berdasarkan Danny Sulivan, pada halaman forum searchenginewatch.com istilah “Search Engine Optimization” sendiri yang kemudian lebih akrab disebut SEO, mulai digunakan pada 26 Juli 1997. Dokumen pertama yang ditemukan menggunakan term “Search Engine Optimization” adalah pada pesan spam yang diposting di Usenet, Usenet itu sendiri merupakan sebuah sistem diskusi internet yang konon merupakan cikal bakal forum internet saat ini.

Awalnya algoritma mesin pencari hanya berdasarkan informasi yang disediakan webmaster berupa keyword meta tag pada kode HTML website mereka. Atau Index file seperti yang dilakukan ALIWEB sebagai mesin pencari generasi pertama yang dirilis pada bulan November 1993 setelah pendahulunya W3 Catalog pada 2 September 1993. Namun kemudian konsep sederhana tersebut banyak dimanipulasi oleh webmaster untuk meningkatkan posisi website mereka. Diantaranya dengan menyertakan banyak kata kunci yang tidak relevan dengan isi website. Hal tersebut tentunya akan merugikan mesin pencari yang kemudian berimbas pada para pencari. Menjawab permasalahan tersebut, dua orang mahasiswa pascasarjana di Stanford University, yang bernama Larry Page dan Sergey Brin, mengembangkan “BackRub” (cikal bakal Google), sebuah mesin pencari yang mengandalkan algoritma matematis untuk menilai keunggulan halaman web. Kalkulasi penilaian berdasarkan algoritma tersebut disebut, Pagerank, yang memperhitungkan fungsi kuantitas dan kualitas link.

PageRank estimates the likelihood that a given page will be reached by a web user who randomly surfs the web, and follows links from one page to another. In effect, this means that some links are stronger than others, as a higher PageRank page is more likely to be reached by the random surfer.

Jadi, penilaian kelayakan search engine terhadap website tidak lagi hanya berdasarkan keyword meta tag atau index file seperti sebelumnya. Dengan berlakunya algoritma tersebut, hanya website yang memiliki banyak jaringan berkualitas yang akan menempati posisi teratas dalam hasil pencarian. Sepertinya, pada masa inilah “Pagerank” mulai didewakan.

Dari uraian sejarah tersebut, kita tentunya sepakat bahwa belajar SEO itu selalu dibutuhkan kapanpun dan untuk siapapun karena mempelajari SEO juga mempelajari cara kerja search engine yang terus mengalami perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Teknik SEO saat ini belum tentu relevan untuk esok hari.

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: