Ternyata Cisande Ini Dulu Batas Wilayah Kuningan-Cirebon

Bagi saya, Cisande (Sungai Cisande) menyimpan banyak cerita. Selain sebagai salah satu sumber pengairan masyarakat sekitar, juga sebagai tempat bermain di masa kecil. Bahkan beberapa warga memanfaatkannya sebagai tempat mengais rejeki. Sungai Cisande membentang dari arah gunung ciremai hingga bertemu dengan Sungai Cisanggarung (Cilosari) sampai ke laut jawa. Sungai ini cukup sering disebutkan dalam beberapa dokumen Hindia Belanda sebagai de rivier Tjisande.

Ada Apa dengan Cisande?

“Sejarah Kuningan: Dari Masa Prasejarah hingga Terbentuknya Kabupaten” yang ditulis Prof. Dr. Edi S. Ekadjati, Sejak tahun 1690, menerangkan bahwa bentangan Sungai Cisande sebagai salah satu batas wilayah kuningan barat yang saat itu dibawah pemerintahan Kesultanan Cirebon (Kasepuhan) dengan wilayah Gebang yang sudah lebih dulu memisahkan diri dengan pemerintahan Cirebon. Di sana disebutkan bahwa kedua wilayah administrasi pemerintahan tersebut dibatasi oleh Sungai Japura dan Sungai Cisande. (lihat Hal. 72, Par. 2)

Dalam dokumen STAATSBLAD VAN NEDERLANDSCH—INDIË 1819 yang dikeluarkan Pemerintah Hindia Belanda, terdapat Surat Keputusan Komisaris Jenderal Hindia Belanda tanggal 5 Januari 1819, Nomor 23, yang berisikan ketetapan tentang pembagian Karesidenan Cirebon menjadi 5 regenschaft (kabupaten), yaitu: Cheribon (Cirebon), Bengawan Wettan, Madja, Galo, dan Koeningan (Kuningan). Adapun wilayah masing-masing kabupaten dibahas kemudian dalam surat tersebut.

Lingkup Wilayah Kabupaten Cirebon

batas wilayah cirebon kuningan mas hindia belanda

Berikut ini terjemahanya.

Untuk Kabupaten Cirebon dari muara sungai Losari lalu ke atas sampai dengan pertemuannya dengan aliran sungai Cisande,

kemudian dari sungai ini sampai desa Susukan tempat sungai itu disebut sungai Cilengkrang,

dari Cilengkrang naik ke atas ke sumber mata airnya, lalu mengikuti aliran sungai ini ke barat sampai puncak Gunung Ciremay,

kemudian di sebelah utaranya pembatasnya adalah keregenan Raja Galuh sekarang sampai desa Lengkong ,

lalu dari sungai dekat Lengkong yang bernama Cimanggung dekat Jamblang, Cipicung, dan dari sungai kecil dari Singapura sampai laut.

Lingkup Wilayah Kabupaten Kuningan

batas wilayah kabupaten kuningan-cirebon masa hindia belanda

Berikut ini terjemahannya.

Untuk Kabupaten Kuningan, mulai dari sungai Cisande sampai ke tempat pertemuannya dengan sungai Losari,

lalu naik sampai desa Susukan sampai sungai yang disebut Cilengkrang,

lalu mengikuti aliran sungai tersebut sampai ke mata airnya di puncak Gunung Ciremay,

dari puncak gunung ini ke selatan sampai sungai Cijolang,

lalu mengikuti aliran sungai ini sampai batas wilayah Daerah Kesunanan Surakarta, dan ke arah utara sampai pertemuan sungai Cisande dan Losari.

Di sana disebutkan bentangan Sungai Cisande, Cilengkrang, dan Sungai Losari berbatasan langsung dengan wilayah Cirebon. Pada beberapa tulisan “Tjisande” banyak ditafsirkan sebagai Cisadane. Namun bisa kita lihat pada peta Kuningan versi U.S. Army 1943, yang merupakan copy-an dari peta yang dirilis Belanda tahun 1923, “Tjisande” tertulis jelas di sana. Dengan demikian, fakta tersebut menegaskan bahwa Jalaksana, Mandirancan, dan Cilimus saat itu tidak termasuk wilayah Kabupaten Kuningan.

Jalaksana bukan Kuningan?

Jika memperhatikan peta keluaran U.S. Army tahun 1943 tersebut, bisa dilihat Djalaksana berada di luar jalur sungai Cilengkrang sebagai batas terluar Kabupaten Kuningan. Artinya, Djalaksana berada di bawah Kabupaten Cirebon, bersama dengan Mandirancan, dan Cilimus.

Peta U.S. Army Cisande Cilengkrang Susukan Batas Kuningan Cirebon

Hal ini ditegaskan dalam STAATSBLAD VAN NEDERLANDSCH—INDIË no. 283 pada tanggal 12 Desember 1883, oleh F.S. Jacob, Diterangkan bahwa Jalaksana merupakan salah satu daerah yang termasuk ke dalam Kewedanaan Cilimus, Distrik Beber, Kabupaten Cirebon, Keresidenan Cirebon. Sementara itu Mandirancan merupakan daerah kewedanaan, Distrik Mandirancan, Kabupaten Cirebon, Keresidenan Cirebon.

Pembagian wilayah keresidenan cirebon 1883 Hindia Belanda

Kabupten Kuningan sendiri dibagi kedalam 5 distrik, yaitu: Kuningan, Kadugede, Luragung, Ciawigebang, dan Lebakwangi.
pembagian wilayah keresidenan cirebon kuningan hindia belanda 1883
Dengan demikian, Tjisande yang dimaksud dalam dokumen tersebut benar adanya sebagai sungai Cisande sekarang yang merupakan salah satu sungai besar dari empat sungai lainnya di Kuningan, Jawa Barat; Cisanggarung, Cijolang, Cijangkelok, dan Citaal.

Sumber:
STAATSBLAD VAN NEDERLANDSCH—INDIË 1819
STAATSBLAD VAN NEDERLANDSCH—INDIË 1883
Java & Madura 1:50,000. Series T722, U.S. Army Map Service, 1942
Sejarah Kuningan: Dari Masa Prasejarah hingga Terbentuknya Kabupaten, Prof. Dr. Edi S. Ekadjati

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: