Seller Ebay Lama Bisa Kembali ke Masa Hold 21 Hari Kalau Melakukan Hal ini

Beberapa minggu yang lalu saya dikagetkan dengan status beberapa payment yang bertuliskan “Funds Not Available” di dalam history transaksi Paypal. Dan ternyata setelahnya setiap payment dari ebay berstatus sama. Ini seperti yang diberlakukan kepada semua seller ebay baru. ada apa dengan akun saya? Padahal sudah 5 tahun saya melewati masa hold payment tersebut. Saya segera memeriksa akun ebay, tapi tampak tidak ada hal yang berbeda di dalam akun saya. Lalu kenapa??

Jarang Memantau Ebay Seller Hub

Seharusnya membaca seller hub (penjelasan mengenai seller hub ebay bisa dibaca di artikel ini) disempatkan sesering mungkin untuk memantau perkembangan aktifitas penjualan kita di ebay. Namun, akhir-akhir ini memang saya jarang memeriksa seller hub, bahkan jarang membuka akun ebay karena sudah saya percayakan kepada tim usaha saya. Pada bagian seller hub overview, seller lever forecast nya “below standard”. Atau dengan kata lain di bawah standar. (baca untuk memahami tentang status seller ebay).

Sejujurnya saya tidak tahu jika status “below standard” memiliki konsekuensi seperti ini. Sebelumnya pernah juga menduduki level ini namun kembali ke top rate pada periode penghitungan berikutnya. Namun kali ini, saya harus menerima konsekuensi penangguhan availability pembayaran selama 21 days. (baca Tips Mudah dan Murah Melewati Hold 21 Hari di Ebay) Jadi ternyata, selain berlaku untuk semua akun seller baru di ebay, juga untuk seller lama yang memiliki level tertentu.

Sering Cancel Order

Karena akhir-akhir ini saya selingkuh atau menjual produk saya di luar ebay juga, manajemen stok menjadi kurang maksimal. Beberapa kali saya harus membatalkan transaksi di ebay. Dan aktifitas tersebut dapat berpengaruh pada reputasi toko kita di ebay.

Lalai Menanggapi Kasus yang Dibuka Buyer

Ini adalah masalah yang paling berpengaruh terhadap hold payment 21 days yang saya alami. Beberapa kasus tidak saya tanggapi karena terlanjur “eneg” dengan beberapa buyer yang tidak sabaran dan sepertinya kurang faham mengenai prosedur pengiriman internasional. saya pikir, tanpa ditanggapi pun, tetap saja saya harus refund. Saya harus menerima konsekuensi kehilangan barang, juga kehilangan uang, lalu kenapa harus menanggapi kasus yang dibuka buyer? Ah, itu pemikiran yang salah besar. Seharusnya kita selalu menanggapi setiap kasus yang dibuka buyer. Apapun itu. Kooperatif meskipun buyer tidak. Karena jika tidak, kemudian sekarang saya harus kehilangan status Top Rate Seller yang turun drastis menjadi Below Standard! Konsekuensinya, alur keuangan usaha menjadi terganggu.

Di sisi lain, hal ini merupakan permasalahan yang disebabkan layanan pengiriman pos. Saya sadar, pos tidak bisa sesempurna yang kita inginkan. Berhadapan dengan banyak negara, ada banyak birokrasi yang perlu diterobos. Selain itu, jarak tempuh yang lumayan jauh tentunya memiliki resiko. Oleh karena itu, ada saja pengiriman yang membuahkan kasus. asalkan pihak pos mau kooperatif, sebetulnya masalah ini bisa diatasi. Sayang, terkadang pihak pos terlalu prosedural. Dan masih “apa-apa” pusat, “apa-apa” pusat. Akibatnya, saya yang berada di kota kecil, selalu menerima konsekuensi keterlambatan support dari pihak pos. Sementara itu, buyer tentunya tidak mau tahu mengenai masalah tersebut.

Saya hanya berharap, kedepan pos bisa lebih kooperatif dan bisa meningkatkan layanan pengirimannya.

 

 

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: