Pemerintah menggelar Harbolnas Ramadhan, 500 M untuk Subsidi Ongkir

Pemerintah menggelar Harbolnas Ramadhan, 500 M untuk Subsidi Ongkir

Pemerintah menggelar Harbolnas Ramadhan untuk meningkatkan daya beli warganya

Pemerintah percaya bahwa membatasi aktivitas masyarakat dengan menerapkan larangan mudik selama liburan Idul Fitri tahun ini dapat secara efektif mengendalikan COVID-19. Namun di sisi lain, pemerintah juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi yang terus menyusut, seperti pengalaman tahun lalu, menyebabkan kontraksi terparah pada kuartal kedua tahun 2020. Untuk itu, pemerintah akan menggelar Hari Belanja Online Nasional ( Harbornas) di penghujung Ramadhan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Di akhir bulan Ramadhan (Harbolnas Ramadhan), pemerintah bekerjasama dengan Asosiasi dan Digital akan menyelenggarakan program hari belanja online nasional yang dijadwalkan selama lima hari (H-10 hingga H-6 Lebaran) kerjasama dengan pelaku UMKM, platform digital, produsen, penduduk lokal, dan operator logistik lokal, ”kata Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam keterangan resmi, Rabu (4 Juli 2021).

Airlangga mengatakan, pemerintah berjanji akan mensubsidi pembelian produk lokal dan produk UMKM Indonesia untuk menghilangkan ongkos kirim.

“Pemerintah akan mensubsidi biaya pengiriman sehingga pemerintah menyiapkan dana Rp 500 miliar,” kata Airanga.

Menurut Airlangga, program Harbolnas Ramadhan yang disponsori pemerintah merupakan upaya memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengejar tujuan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri pada 2021 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2021 sambil tetap mengendalikan pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2021 diperkirakan akan tetap negatif, sehingga ekonomi perlu tumbuh hingga 7% pada kuartal kedua 2021 untuk kembali ke tingkat pertumbuhan sebelum Covid.

Airlangga menegaskan momen Ramadhan dan Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian, terutama melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama 2021 tetap negatif, membutuhkan pertumbuhan minimal 6,7% pada kuartal kedua untuk kembali ke level sebelum Covid atau sekitar 5% (disetahunkan) pada 2021.

Baca Juga:  5 Makanan Ini Menguras Energi Kamu Saat Puasa

Jika laju pertumbuhan pada kuartal kedua tahun 2021 tidak mencapai 6,7%, target pertumbuhan ekonomi 5% untuk 2021 tidak akan tercapai.

Pemerintah menyatakan telah menyusun beberapa kebijakan untuk mengoptimalkan peningkatan konsumsi antara Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

Pemberian THR dan gaji ke-13 diperkirakan akan menghasilkan potensi konsumsi sebesar Rp 215 triliun. “

Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pemberian THR khususnya untuk pegawai , setelah memberikan berbagai dukungan dan insentif kepada dunia usaha,” ujarnya.

Jelang Lebaran, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran target keluaran perlindungan sosial berupa PKH, kartu sembako dan bantuan sosial tunai (BST) yang tidak terpenuhi pada qwartal pertama dan akan dipenuhi mulai April hingga awal Mei …

Diperkirakan pembayaran kartu sembako akan dipercepat dari bulan Juni menjadi awal Mei (sebelum Lebaran) dan penyaluran program Perlinsos lainnya dapat meningkatkan realisasi sebesar Rp14,12 triliun.

Secara terpisah, pemerintah juga akan mendistribusikan banss  kepada masyarakat selama Ramadhan melalui program penyaluran bantuan beras 10kg untuk setiap penerima Kartu sembako. Pembagian berlangsung di akhir Ramadhan atau pada masa peniadaan mudik berlaku.

“Di penghujung Ramadhan, saat pelarangan mudik dan pembatasan kegiatan masyarakat, pemerintah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi masyarakat, serta beberapa program untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang diharapkan dapa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021, ” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *