efek warna dalam iklan

Efek Warna dalam Iklan

Otak manusia menerima sinyal melalui mata lebih cepat daripada melalui telinga. Tampilan visualnya lebih atraktif dibandingkan sensasi lainnya, apapun media penyajiannya. Oleh karena itu, ada cara untuk membuatnya lebih menarik secara visual. Sensasi lain meningkatkan daya tarik visual dan penting untuk fokus.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menulis Konten Iklan yang Baik?

Contoh tipikal adalah warna dengan suara dan tulisan. Menurut sebuah penelitian, perusahaan beranggaran tinggi menghabiskan miliaran dolar untuk riset pasar warna untuk membantu mengembangkan produk dan paket. Warna, bersama dengan konten, menarik pengunjung dan memungkinkan mereka menjelajahi situs web untuk waktu yang lebih lama. Artikel yang berwarna-warni akan membuat pembaca membacanya sampai akhir. Warna membuat segalanya lebih indah.

Warna diketahui mempengaruhi perilaku manusia. Warna biru dikatakan memiliki efek relaksasi. Merah melambangkan gairah dan cinta. Warna latar belakang situs kencan bisa merah. Restoran cepat saji memiliki pemandangan yang jelas dari hidangan yang dipoles dan didekorasi dengan indah di dinding. Ini menyanjung selera pelanggan, sehingga pelanggan bergegas ke makanan, makan dan segera pergi. Ini adalah persis respon yang diharapkan.

Efek pencahayaan juga dapat digunakan untuk memanipulasi pikiran pemirsa. Iklan makanan khususnya menyoroti secara strategis. Efek cahaya mengaktifkan hormon di otak dan meningkatkan rasa lapar. Menempatkan hal yang sama dalam cahaya yang sedikit redup tidak terlalu menarik.

Negara-negara di seluruh dunia memiliki budaya berbeda yang mengaitkan warna dengan peluang dan emosi. Kondisi iklim juga berkontribusi terhadap hal ini. Seperti Amerika, orang mengasosiasikan hitam dengan kematian, dan seperti Asia, orang kulit putih mengasosiasikan kematian. Orang-orang yang tinggal di dekat khatulistiwa menyukai warna-warna hangat, dan orang-orang yang tinggal di dekat kutub menyukai warna-warna sejuk.

Baca Juga:  Iklan dengan Kata-kata yang Powerfull

Pengiklan perlu mengetahui warna dan apa yang mereka rujuk. Hitam melambangkan keanggunan, kecanggihan, rayuan dan misteri. Putih melambangkan ketenangan, kemurnian, kebersihan, ketenangan dan masa muda. Emas adalah singkatan dari Prestige, Luxury, dan Elite. Perak mewakili prestise, bendera dan kesejukan. Kuning melambangkan kehangatan, kebahagiaan dan kegembiraan. Oranye mewakili kehangatan, kesenangan, dan vitalitas. Merah melambangkan cinta, kegembiraan, kekuatan, gairah, dan bahaya. Pink berarti sayang, manis, lembut dan aman. Hijau mewakili alam, kesegaran, kesuburan dan kelimpahan. Biru menunjukkan soliditas, kepercayaan, dukungan, dan kredibilitas. Terakhir, ungu melambangkan spiritualitas, keluarga kerajaan, dan martabat.

Baca Juga: Cara menulis iklan komersial B2B

Dari sudut pandang pengiklan, kita dapat menyimpulkan bahwa warna dapat menentukan perilaku pembelian pelanggan. Hitam, biru, merah dan oranye menarik pembeli impulsif. Pembeli yang cerdas tertarik pada warna pink, biru muda, dan biru tua. Perusahaan menggunakan warna, seperti logo dan iklan, untuk mengkomunikasikan pesan yang tepat kepada pelanggan mereka. Latar belakang iklan Walmart berwarna biru tua dan slogannya adalah “Terjual Rendah”. Singkatnya, pelanggan yang cerdas adalah tujuan mereka. Mercedes memiliki emblem perak yang setia pada kelasnya.

Sebelum merancang iklan Anda, perhatikan target pelanggan Anda dan pengiklan tidak diperbolehkan menggunakan warna favorit pribadi Anda, tetapi ikuti kampanye iklan Anda. Iklan anak-anak harus cerah dan bersemangat. Warna primer kuning, merah, biru dan hijau adalah warna yang bagus untuk anak-anak, itulah sebabnya orang tua membelinya untuk anak-anak mereka. Warna-warna ini mewakili kehangatan, rasa manis, kepercayaan diri, keandalan, kesenangan, dan keamanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *